kau lihat..
kini ku duduk diam, dan mengulur tangan
tarik, angkat..
sudikah kau akan ini
jangan berbalik..
dia mengulur tangan, bukan untukku melainkan kau..
tatap aku..
lihat apa yang bisa kau lihat dari mata berlapis air ini..
mengalirlah..
tenang, ku menyumbat bukan pada arusmu
pandang jauh disana..
jangan ragu, jemariku takkan menepuk pundakmu
pergi..
berlarilah, hingga ku takkan melihatmu
lakukan....lakukanlah oh sang pelangiku..
jangan kembali cukup kau berharap bahwa kubisa
haraplah ku akan selalu melengkungkan garis bibirku untukmu dan dirinya
berdoalah agar lengkungan itu tak bersama air mataku
harapan kosongku kala kau ratap si penyair buta ini
masi tegakah kau akan aku seperti ini di hadapmu
kuberi kau diam pergi
tertawalah di mulutmu yang penuh racun itu
tapi ku mohon jangan beri tawa itu pada apa yang kau beri
ini anugrah atau seberkas duka yang kudapat ??
sakit yang tersirat di balik bahagia yang tersirat
sadarkah apa yang diinginkan ketika pertanyaan terlontar ??
yaa... sebuah balasan yang tak berujung
sadarkah apa yang sangat diinginkan si Malam ??
yaa... si Si siang menjelang
sadarkah apa yang paling aku inginkan ??
BUKAAAN....tapi apa yang belum pernah kau raskan !!!
merah hitam