tanpa diberitahupun aku tahu...
oh tentu saja satu hal spesial yang bisa kulakukan, membuatmu diam, tak bermaksud menyakiti seonggok hati yang termenung menatap layar berisi celotehanmu pun gagal. Mungkin diam bisa membekukan suasana yang kau simpan jauh dari pelupuk mataku, membuatku sering berkedip atau membuat trik kabut hingga hanya kau yang bisa ku lihat. Ah syang, itu tingkah klasik. Tunggu...tapi aku menikmatinya karena kamu, iya kamu.
Sungguh ini terasa sesak, bagai menghirup udara dingin, astaga jangan berbicara dingin kali ini, sungguh aku benci dingin aku benci sesuatu yang membuat kuku jemariku berwarna ungu pucat. Aku sadar aku berbohong menikmati hal aneh ini, jatuh cinta dengan alien dari planet matahari itu membuat pembenci suhu dingin sepertiku terlena. Sungguh memikat, bisa kalian rasakan, rasanya seperti pemabuk menenggak sebotol alkoholnya, terus dan terus hingga habis dan membeli kembali botol selanjutnya.
Sejak awal perasaan sialan ini muncul, aku tak bodoh menyadari banyak hal ganjil diantara aku dan makhluk matahari sepertimu. Mau bagaimana lagi, mencintaimu seperti menyukai api pada ujung lilin. Kutahu ia akan padam, sumbu api yang tak panjang membuat durasi sumber panasku akan hilang. Iya, dan akhirnya hilang entah berbohong pernah ada atau berpaling menghindariku.
Bodoooooh, kata yang tepat memanah tepat di dadaku.
Membiarkan kamu lolos menanamkan benih rindu, mungkin kesalahan. Iseng atau bersungguh? akhirnya kutau jawabannya. Tau seperti ini aku tak akan membiarkannya tumbuh lebat dan liar seperti sekarang, tumbuh hingga menembus ubun-ubun kepalaku.
Benarkah aku jatuh cinta diam-diam? jelas benar! dalam diam aku berkata ini cinta dan dalam sujudpun diam-diam ku bertanya apakan ini cinta.
Oh Tuhan mengapa baru sadar saat menulis blog judul ini, jelas sudah tanpa bersuara aku meyakini ini cinta? tanpa berbuat apa-apa aku menanamkan benih rindu pada orang seperti dia hanya dengan menatap ponsel dan layar laptopku? bukankah menggelikan?. Selama ini aku sibuk memperhatikan apa yang membuat rindu ini tak berujung melalui media sosial, sibuk membuat khayalan saat kami dipertemukan saat jemari kami bersatu, dan terlalu sibuk menyelipkan namanya setelah nama kedua orang tuaku saat sehabis solat fardhu. ah sudahlah toh Tuhan sudah memberitahuku secara perlahan, tapi yaaa salahku juga tak menggubrisNya, percaya dengan kamu, percaya pada sumber panas favoritku.
Baru saja aku melakukan hal cemen, menyeka bulir-bulir yang menggenang di sudut mataku, yaaa cuma bermaksud menjernihkan mata saja karena menatap layar laptopku terlalu lama itu saja.
Apa?
Hal itu sama saja dengan Nangis?
Ah yang benar saja, aku tak mendeskripsikan seperti itu!
Sial, aku baru saja mengetiknya, baiklah aku bukan pembual yang handal sepertimu !
Andai saja kita bertemu bukan melalui dunia virtual, pasti aku tahu seperti apa pandanganmu terhadapku tanpa kau berkata sedikitpun. Bagaimana? sungguh kau lupa apa hebatnya indera mata yang di beri Tuhan pada umatnya, mata dapat berbicara lebih bayak dari mulut apalagi jemarimu yang pandai mengetik bualan.
Kulihat gambar wanita itu. hal pertama yang muncul di pikiranku adalah ''subhanallah cantik, dan ia pintar bermake up, namun sayang tak berjilbab" jika ia sainganku sungguh aku bukan apa-apa. Bak model majalah disandingkan dengan wanita seperti pedagang gado-gado berjilbab sepertiku, sungguh bukan tandingannya dalam segi rupa. Bukan hanya kali ini aku melihat wanita lalu lalang menjadi sainganku lantas mengapa masih terasa sakit?. Kenapa harus membenci dia oh maksudku mereka?, toh yang seharusnya aku benci itu kamu, iya kamu yang selalu bertingkah cuma ada aku, apakah kau melakukan hal yang serupa kepada mereka?
Ah sudahlah, orang sepertimu sudah kuragukan sejak awal perkenalan kita. Aku meragukanmu melebihi apapun dan hebatnya aku percaya kamu hingga sekarang. Dan selalu berharap kamu menyalahkan dugaanku saat ini, kumohon jangan benarkan hal ini, karena sulit sekali untuk percaya denganmu tidakkah kau melihat usahaku meyakinkan diriku sendiri bahwa kau bukan orang sejahat itu.
Masih saja bodoh?
apa harus aku menghunguskan panah pada si pemanah dari planet matahari itu?
Sabtu, 25 April 2015
Senin, 06 April 2015
cie Depok cie
Untuk pertama kalinya ketemuan di tempat yang enggak pernah gue kunjungi dan buat janji dengan orang yang belum perna gue jumpai sebelumnya.
Dia kak Nourma Apriyani a.k.a kak Oma *manggil kakak karena 3th diatas gue -gue17th -kaOma20th (3th yg lalu) hohooo, anak kece dari UINJakarta, punya usaha dibidang pakaian yaa kalau mau kepo2 bisa klik aja: NumaHijab.
Awal kenal kak Oma itu sekitar 3th yang lalu lewat jejaring sosial, awalnya sih kita sok asik gitu haha biar makin akrab, (saudi akrabia) (-,-"). Makin kesini makin penasaran seperti apasih kak Oma itu soalnya doi keren sih menurut gue, otak doi tuh encer banget buat ini itu jadi lahan uang engga kayak gue, konon otak gue jalan kalau ada iming-iming buah pisang *beda tipis ya sama otak monyet *udah keliatan menggelikan belum? (-,-"). Berkali-kali niat buat ketemuan tapi akhirnya gagal mulu entah doi atau gue yang belum nemu feel nentuin hari bahagia qiTah, tapi gue ga lupa buat solat malem minta petunjuk agar bisa ketemu sama doi *claps*....dan akhirnyaaaaa........
Apr 05, 2015
*Ceilah di Depok yaaaah, ama Kak Oma yaaaa (~ ',')~
bbm:"tera jadi ga nih?"
"jadi kak tapi gue mau ngebabu buta dulu, agak siangan yah" (emang otak gue suka ngaret)
Gue berangkat dari stasiun sekitar setengah 11 WID *WaktuIndonesiabagDaru. Sembari nunggu kereta di stasiun, gue ngeliat di ujung peron seonggok ibu tua dan daun muda yang sedang jongkok, kayaknya menarik ya gue samperin aja. Makin mendekat guepun ngerasa kenal siapa ibu tua itu.
"hai bu, mau kemanaaa?", sapa gue pake nada mendesah, ('' =,=)
"ini nganterin anis", ibu tk.urut pun menjawab dengan nada mendesah pula,
"OALAH INI ANIS, aduh pangling udah makin cantik, makin putih, dan makin doyan jongkok, apakabar nis? mau kemana nih?", gue dengan excited alay nyapa anis si temen lama.
"waah tera yaa? aku pikir siapa hehee mangkannya dari jauh aku malah nanya-nanya ke mama yang jalan ke arah aku itu siapa eh ternyata kamu,,,", jawabnya girang,
"lah si ibu masa gak ngenalin aku? setelah meraba2 badanku setelah itu dilupakan seperti ini, huh aku merasa kotor bu", jawab gue alay,
"oalah raniii, ibu ga ngenalin soalnya pakek kerudung, hehe", nyengir tanpa dosa.
Dan setelah itu gue dan anis naik kereta sambil bercakap2 gembira, share pengalaman ini itu dan akhirnya tukan pin BBM, sebelum dy invite gue sengaja pake DP agak cakepan biar keliatan kayak orang beneran, dan kitapun berpisah di stasiun tujuan masing-masing. *claps*
*dering bbm*
"ter udah nyampe manaaa?"
"tanah abang kak"
"ok, berarti aku udah mesti siap2, kabari yaaa kalau udah sekat stasiun UI"
"iya kak"
*dari sini gue merasa Daru itu jauh banget :'(
Sesampainya di Stasiun Universitas Indonesia, gue buru-buru kejar waktu dzuhur biar kalau tiba2 malaikat maut nyamperin udah bersih di waktu dzuhur *terani edisi menjelang ramadhan*, setelah itu gue mesti nungguin KakOma ngejemput soalnya gue ga ngerti mau kemana selain nunggu doi.
"eh ini aku baru sampe"
"dimana, dimanaaaa"
"di depan loket, kamunya dimana, masa sendal aku rusak, jadi pake sendal jepit nih"
tanpa pikir panjang gue langsung samper ke dpan loket (pikir panjang? cie panjang (?) *plak)
Dari kejauhan gue liat wanita lebih tepatnya ciptaan Allah yang cantik banget pake baju merah dengan kerudung syari coklatnya,
"Assalamualaikum kak Omaaaaaaaaaa", sapa gue hangat sehangat ee ayam,
"Waalaikumsalaam teraaa, ya ampun hehe maaf ya nunggu lama", jawabnya kalem,
"gak apa-apa kak, ya ampuuun akhirnya kita ketemu juga yaaa terharuuuu"
"iya ga nyangka ya, eh tera ini buat kamu, kado", doi nyodorin kerudung dibungkus plastik pink,
"aaaaaaaaaa (histeris) ya ampun ini apa kaaa? gak usah repot2. aduh jadi enak hahaa. makasiiiih yaaa, tapi ini masuk orderan aku ga?",
"ah engga kok udah ambil aja," jawabnya dengan nada adem.
(btw kerudungnya baguuusss (*,*) handmade doi sih)
Sembari jalan eh tiba-tiba doi ngegandeng tangan gue.............AAAAAAAAkkkkkkk........ asli deh agak kaget soalnya gue itu jarang di gandeng orang dan gue jarang ngegandeng juga antara trauma dan grogi karena bidadari digandeng bidadari *bidadar gulung lebih tepatnya*, dan gue sempet trauma dengan adegan pergandengan tangan karena pada jaman dahulu kala jaman dimana bbm seharga kerupuk seharga Rp 100,-, gue pernah salah gandeng, gue mengira orang yang menggandeng gue itu nyokap dan orang tersebut menyangka gue anaknya, dan setelah saling tau salah gandeng doi melepas gue dengan tiada rasa ibanya dan gue nyari-nyari ibu2 bertahi lalat *re:nyokap* sendirian di keramaian. (sedih yah)
Tempat pertama yang kita kunjungi adalah Warung Pasta, ga terlalu jauh dari stasiun kitapun berjalan kaki ke tempat tersebut sambil tetap bergandengan. *how sweet we are ~(*.*)~
Sepintas sebelum tiba di Warung Pasta, di dalam pikiran gue yang liar ini sempet menggambarkan warung dalam arti warung sebenarnya, ooooh tidaaakkk kak oma ga mungkin rekomendasiin tempat makan yang enggak bagus walaupun gue nerima makan dimana aja asalkan sama kak oma. ~(*.*)~
Setiba di Warung Pasta, wow tempatnya keren, anak muda banget, cozy bangettt deh dan pilihan menunya juga terlihat menggugah dan harganya pun sesuai dengan kantong anak muda deh. (udah terlihat seperti sales belum? muehehe). Sampai disana sialnya bangku didalam ruangannya penuh dan kita harus rela duduk di luar, sebenernya gue punya ide buat tetap di dalam ruangan tapi ide gue agak mengerikan karena gue lagi jalan sama cewek yang anggun bangettt dan ga mungkin banget buat minta pangku sama orang2 yang menempati kursi di dalam ruangan kan. ('' =,=). Kita sempet nunggu bangku di luar ruangan sampai akhirnya kita dapat kursi di dalam ruangan yey.
Kesan pertama setelah ngobrol bareng kak oma dapet banget (ceilah banget), entah apa yang ia dapat kesan setelah ketemu makhluk seperti gue yang gak bisa diem, hahaa, ngobrol bareng kak oma berasa bukan orang yang baru ketemu lebih seperti ketemu temen lama yang share pengalaman pribadi biar makin kece kedepannya (~ *,*)~.
ini beberapa capture bareng kak oma hueeehehee \( *,*)/
Setelah puas icip2 pizza ala Depok hahaha, kita cuss ke Margocity, tujuan ke Margo emng ga jelas sih, yaaa itung2 spendtime buat makin lengket *ahela*. Dan gak lepas dari jari-jari gue buat selfie huhuu.
Dan setelah itu kita nyari makan lagiiii, niatnya kak oma ngasi rekomend tmpat makan jepang sushi yang enak di daerah Depok. Oke tujuan kita selanjutnya ke Sushi Miya8i dan menuju kesana kita mesti ngangkot lagi. dan hal yang paling indah adalah ketika jalan-jalan hujan pun datang.
turun angkot kita dalam 1 payung (*,*) duuuhhh keren kaaan, basah basahannn gitu tapi doi tetep aja keliatan bagus meskipun gamis merahnya lepek sedangkan gue lebih terlihat kayak anak TK yang doyan nyemplung air ('' =,=).
Berhubung doi lupa-lupa ingat tempat Sushi Miya8i dan kita gak nemu lokasi restoran tersebut mesipun sudah mengandalkan google map dan akhirnya kita berhenti di rumah makan jepang juga tapi bukan di sushi miyabi, gak apa2 deh asalkan tempatnya mirip jepang gitu, (gue lupa nama restorannya apa).
Setibanya di restoran tersebut tadinya pengen nyobain sushi ala depok eh mata gue tertuju sama mi ramen (*.*) yaudah deh kita berdua makan mi ramen padahal sih mi ramen sama mi ayam depan kampus gue ga kalah enaknya kok ('' =,=).
Setelah makan mi ramen kita nyari angkot buat pulang, dan nyari mesjid buat ngejar waktu ashar yang mepet banget sama maghrib, huhuhuuuu dalam perjalanan angkot dan gak jauh dari tempat restoran jepang yg kita hampiri tadi eeeh terlintas pamflet besar2 Sushi Miya8i, yahelaaaaaaaaa ini restoran pindah ternyata dekat restoran Mang Kabayan, yasudahlah nasi telah menjadi bubur dan tk buburnya sudah haji juga, buat nextime aja deh ke Sushi Miya8i dan kita pun turun angkot akhirnya nemu mesjid juga dan doi sempet bilang,
"ahh akhirnyaa itu mesjidnya, seperti melihat surga"
(dalam hati gue: "iya kak akhirnya bidadari2 seperti kita kembali ke rumah Allah", tapi gue jawabnya di dalam hati aja ngeri doi serangan jantung mendadak hahahaa). akhirnya solat ashar dan maghrib bareng kak oma yeeeyyy.. \m/
Sehabis itu doi nganter gue ke depan gang dekat stasiun,
"kak, sampe sini aja ya nganternya, bytheway makasiiiiih banget bangeeet buat hari inii"
"iya sama2, kapan-kapan lagi yaaah main kayak gini yaaa"
dan salam perpisahan kitapun lama dan panjang sampe dadah dadah eh terakhir doi bilang,
"iya dadaaah ter ntar dulu, payungku jangan di bawa"
(-____________________________-") "duh tadinya gue bawaannya melankolis pas doi bilang gitu jatoh cin T_T wkwkwk
dan akhirnyaaaa kita pulang ke masing-masing,,
aaak pokoknya seneng banget bisa ketemu sama kak oma walaupun keliatannya lebay tapi gapapa deh ada kesannya hohoohohooo.
makasih banget yaaa kaaak kerudungnya dan hari ini aku pake ngantor loooh walaupun belum sempet di cuci huhu :3
~(= =,)\(',' )~
Langganan:
Komentar (Atom)




