Bunga yang telah layu dari masa indahnya kini harus rela di pangkas agar si kuncup bersemi menggantikannya.
Innalillahiwainnailihirojiun,
Lagi berita duka dari tanah kelahiranku, salah satu keluargaku terdengar pada mentari pagi di hari Rabu, 20 Mei 2015. Pakde mengabarkanku lewat BBM, Nenek Yani telah berpulang ke Rahmatullah, ia adalah adik dari Nenekku yang ibu dari Mama.
Ah kabar itu buat aku merenung sepanjang perjalanan menuju kantor. Rasanya baru kemarin aku bertemu beliau, tertawa bersama, memberikan slentingan kecil agar aku menjadi seseorang yai ng lebih menghargai orang tua, dan masih terasa pelukan hangatnya di sekujur lenganku, padahal hampir setahun yang lalu. Ia memang bukan Nenekku yang sebenarnya tapi rasanya keren, ia sudah kuanggap nenekku karena kita masih 1 keluarga. Tak kusangka, Hari Idhul Fitri 1435 H lalu adalah hari terakhirku melihat beliau.
Selama ini aku tak tahu rasanya punya nenek atau kakek itu seperti apa. Kata mereka sih enak banget, biasanya sih teman-temanku bilang nenek itu masakannya lebih enak dibanding mama, lebih cerewet dibanding mama dan pastinya lebih keriput dibanding mama. Haha, meskipun hanya melihat fotonya berwarna kuning putih saja aku sudah bisa merasakan apa yang mereka rasakan.
Ah sudahlah mereka boleh punya nenek dan kakek yang masih lengkap, toh aku punya 2 orang tua super super super ++ yang bisa kasi kasih sayang yang cuma aku saja yang merasakannya bukan mereka.
Aku harap Allah selalu melapangkan tempat para keluargaku yang telah mendahuluiku sekarang, semoga amal yang telah mereka kumpulkan selama hidup cukup bahkan lebih dari cukup untuk menjadi pemberat amal baik. Amin Ya Rabb.
Dan sebagai kuncup, aku pasti bisa menjadi kelopak indah bahkan lebih indah dari kalian masa jaya dulu hingga ada saatnya aku kembali layu dan terpangkas dari batangku.
Minggu, 24 Mei 2015
Jumat, 01 Mei 2015
1:45 am. jarum jamnya lurus namun berlawan arah
ada garis yang tak boleh kulewati.
terukir, hingga terlihat serat kayunya.
ahh,,
subuh ini akhirnya aku sadar akan hal besar, titipan hatiku ada di separuh dunianya.
sakit, sakit banget tau ! emangnya ga liat serat-seratku tampak legam.
nyatanya, pada jarak 507km aku tak mampu menitipkan rasa ini seutuhnya.
Enak saja, dia yang asik dengan si dia dan datang padaku ketika suntuk dengan dunia bersama si dia. Memang aku ini siapa? bonekanya?. Memangnya ada boneka yang bisa ngetik blog sambil nangis-nangis?.
ah sudahlah. ini sakit bahkan rasanya terasa baal di ujung-ujung kukuku.
terukir, hingga terlihat serat kayunya.
ahh,,
subuh ini akhirnya aku sadar akan hal besar, titipan hatiku ada di separuh dunianya.
sakit, sakit banget tau ! emangnya ga liat serat-seratku tampak legam.
nyatanya, pada jarak 507km aku tak mampu menitipkan rasa ini seutuhnya.
Enak saja, dia yang asik dengan si dia dan datang padaku ketika suntuk dengan dunia bersama si dia. Memang aku ini siapa? bonekanya?. Memangnya ada boneka yang bisa ngetik blog sambil nangis-nangis?.
ah sudahlah. ini sakit bahkan rasanya terasa baal di ujung-ujung kukuku.
Sabtu, 25 April 2015
Pemanah handal dari planet matahari
tanpa diberitahupun aku tahu...
oh tentu saja satu hal spesial yang bisa kulakukan, membuatmu diam, tak bermaksud menyakiti seonggok hati yang termenung menatap layar berisi celotehanmu pun gagal. Mungkin diam bisa membekukan suasana yang kau simpan jauh dari pelupuk mataku, membuatku sering berkedip atau membuat trik kabut hingga hanya kau yang bisa ku lihat. Ah syang, itu tingkah klasik. Tunggu...tapi aku menikmatinya karena kamu, iya kamu.
Sungguh ini terasa sesak, bagai menghirup udara dingin, astaga jangan berbicara dingin kali ini, sungguh aku benci dingin aku benci sesuatu yang membuat kuku jemariku berwarna ungu pucat. Aku sadar aku berbohong menikmati hal aneh ini, jatuh cinta dengan alien dari planet matahari itu membuat pembenci suhu dingin sepertiku terlena. Sungguh memikat, bisa kalian rasakan, rasanya seperti pemabuk menenggak sebotol alkoholnya, terus dan terus hingga habis dan membeli kembali botol selanjutnya.
Sejak awal perasaan sialan ini muncul, aku tak bodoh menyadari banyak hal ganjil diantara aku dan makhluk matahari sepertimu. Mau bagaimana lagi, mencintaimu seperti menyukai api pada ujung lilin. Kutahu ia akan padam, sumbu api yang tak panjang membuat durasi sumber panasku akan hilang. Iya, dan akhirnya hilang entah berbohong pernah ada atau berpaling menghindariku.
Bodoooooh, kata yang tepat memanah tepat di dadaku.
Membiarkan kamu lolos menanamkan benih rindu, mungkin kesalahan. Iseng atau bersungguh? akhirnya kutau jawabannya. Tau seperti ini aku tak akan membiarkannya tumbuh lebat dan liar seperti sekarang, tumbuh hingga menembus ubun-ubun kepalaku.
Benarkah aku jatuh cinta diam-diam? jelas benar! dalam diam aku berkata ini cinta dan dalam sujudpun diam-diam ku bertanya apakan ini cinta.
Oh Tuhan mengapa baru sadar saat menulis blog judul ini, jelas sudah tanpa bersuara aku meyakini ini cinta? tanpa berbuat apa-apa aku menanamkan benih rindu pada orang seperti dia hanya dengan menatap ponsel dan layar laptopku? bukankah menggelikan?. Selama ini aku sibuk memperhatikan apa yang membuat rindu ini tak berujung melalui media sosial, sibuk membuat khayalan saat kami dipertemukan saat jemari kami bersatu, dan terlalu sibuk menyelipkan namanya setelah nama kedua orang tuaku saat sehabis solat fardhu. ah sudahlah toh Tuhan sudah memberitahuku secara perlahan, tapi yaaa salahku juga tak menggubrisNya, percaya dengan kamu, percaya pada sumber panas favoritku.
Baru saja aku melakukan hal cemen, menyeka bulir-bulir yang menggenang di sudut mataku, yaaa cuma bermaksud menjernihkan mata saja karena menatap layar laptopku terlalu lama itu saja.
Apa?
Hal itu sama saja dengan Nangis?
Ah yang benar saja, aku tak mendeskripsikan seperti itu!
Sial, aku baru saja mengetiknya, baiklah aku bukan pembual yang handal sepertimu !
Andai saja kita bertemu bukan melalui dunia virtual, pasti aku tahu seperti apa pandanganmu terhadapku tanpa kau berkata sedikitpun. Bagaimana? sungguh kau lupa apa hebatnya indera mata yang di beri Tuhan pada umatnya, mata dapat berbicara lebih bayak dari mulut apalagi jemarimu yang pandai mengetik bualan.
Kulihat gambar wanita itu. hal pertama yang muncul di pikiranku adalah ''subhanallah cantik, dan ia pintar bermake up, namun sayang tak berjilbab" jika ia sainganku sungguh aku bukan apa-apa. Bak model majalah disandingkan dengan wanita seperti pedagang gado-gado berjilbab sepertiku, sungguh bukan tandingannya dalam segi rupa. Bukan hanya kali ini aku melihat wanita lalu lalang menjadi sainganku lantas mengapa masih terasa sakit?. Kenapa harus membenci dia oh maksudku mereka?, toh yang seharusnya aku benci itu kamu, iya kamu yang selalu bertingkah cuma ada aku, apakah kau melakukan hal yang serupa kepada mereka?
Ah sudahlah, orang sepertimu sudah kuragukan sejak awal perkenalan kita. Aku meragukanmu melebihi apapun dan hebatnya aku percaya kamu hingga sekarang. Dan selalu berharap kamu menyalahkan dugaanku saat ini, kumohon jangan benarkan hal ini, karena sulit sekali untuk percaya denganmu tidakkah kau melihat usahaku meyakinkan diriku sendiri bahwa kau bukan orang sejahat itu.
Masih saja bodoh?
apa harus aku menghunguskan panah pada si pemanah dari planet matahari itu?
oh tentu saja satu hal spesial yang bisa kulakukan, membuatmu diam, tak bermaksud menyakiti seonggok hati yang termenung menatap layar berisi celotehanmu pun gagal. Mungkin diam bisa membekukan suasana yang kau simpan jauh dari pelupuk mataku, membuatku sering berkedip atau membuat trik kabut hingga hanya kau yang bisa ku lihat. Ah syang, itu tingkah klasik. Tunggu...tapi aku menikmatinya karena kamu, iya kamu.
Sungguh ini terasa sesak, bagai menghirup udara dingin, astaga jangan berbicara dingin kali ini, sungguh aku benci dingin aku benci sesuatu yang membuat kuku jemariku berwarna ungu pucat. Aku sadar aku berbohong menikmati hal aneh ini, jatuh cinta dengan alien dari planet matahari itu membuat pembenci suhu dingin sepertiku terlena. Sungguh memikat, bisa kalian rasakan, rasanya seperti pemabuk menenggak sebotol alkoholnya, terus dan terus hingga habis dan membeli kembali botol selanjutnya.
Sejak awal perasaan sialan ini muncul, aku tak bodoh menyadari banyak hal ganjil diantara aku dan makhluk matahari sepertimu. Mau bagaimana lagi, mencintaimu seperti menyukai api pada ujung lilin. Kutahu ia akan padam, sumbu api yang tak panjang membuat durasi sumber panasku akan hilang. Iya, dan akhirnya hilang entah berbohong pernah ada atau berpaling menghindariku.
Bodoooooh, kata yang tepat memanah tepat di dadaku.
Membiarkan kamu lolos menanamkan benih rindu, mungkin kesalahan. Iseng atau bersungguh? akhirnya kutau jawabannya. Tau seperti ini aku tak akan membiarkannya tumbuh lebat dan liar seperti sekarang, tumbuh hingga menembus ubun-ubun kepalaku.
Benarkah aku jatuh cinta diam-diam? jelas benar! dalam diam aku berkata ini cinta dan dalam sujudpun diam-diam ku bertanya apakan ini cinta.
Oh Tuhan mengapa baru sadar saat menulis blog judul ini, jelas sudah tanpa bersuara aku meyakini ini cinta? tanpa berbuat apa-apa aku menanamkan benih rindu pada orang seperti dia hanya dengan menatap ponsel dan layar laptopku? bukankah menggelikan?. Selama ini aku sibuk memperhatikan apa yang membuat rindu ini tak berujung melalui media sosial, sibuk membuat khayalan saat kami dipertemukan saat jemari kami bersatu, dan terlalu sibuk menyelipkan namanya setelah nama kedua orang tuaku saat sehabis solat fardhu. ah sudahlah toh Tuhan sudah memberitahuku secara perlahan, tapi yaaa salahku juga tak menggubrisNya, percaya dengan kamu, percaya pada sumber panas favoritku.
Baru saja aku melakukan hal cemen, menyeka bulir-bulir yang menggenang di sudut mataku, yaaa cuma bermaksud menjernihkan mata saja karena menatap layar laptopku terlalu lama itu saja.
Apa?
Hal itu sama saja dengan Nangis?
Ah yang benar saja, aku tak mendeskripsikan seperti itu!
Sial, aku baru saja mengetiknya, baiklah aku bukan pembual yang handal sepertimu !
Andai saja kita bertemu bukan melalui dunia virtual, pasti aku tahu seperti apa pandanganmu terhadapku tanpa kau berkata sedikitpun. Bagaimana? sungguh kau lupa apa hebatnya indera mata yang di beri Tuhan pada umatnya, mata dapat berbicara lebih bayak dari mulut apalagi jemarimu yang pandai mengetik bualan.
Kulihat gambar wanita itu. hal pertama yang muncul di pikiranku adalah ''subhanallah cantik, dan ia pintar bermake up, namun sayang tak berjilbab" jika ia sainganku sungguh aku bukan apa-apa. Bak model majalah disandingkan dengan wanita seperti pedagang gado-gado berjilbab sepertiku, sungguh bukan tandingannya dalam segi rupa. Bukan hanya kali ini aku melihat wanita lalu lalang menjadi sainganku lantas mengapa masih terasa sakit?. Kenapa harus membenci dia oh maksudku mereka?, toh yang seharusnya aku benci itu kamu, iya kamu yang selalu bertingkah cuma ada aku, apakah kau melakukan hal yang serupa kepada mereka?
Ah sudahlah, orang sepertimu sudah kuragukan sejak awal perkenalan kita. Aku meragukanmu melebihi apapun dan hebatnya aku percaya kamu hingga sekarang. Dan selalu berharap kamu menyalahkan dugaanku saat ini, kumohon jangan benarkan hal ini, karena sulit sekali untuk percaya denganmu tidakkah kau melihat usahaku meyakinkan diriku sendiri bahwa kau bukan orang sejahat itu.
Masih saja bodoh?
apa harus aku menghunguskan panah pada si pemanah dari planet matahari itu?
Senin, 06 April 2015
cie Depok cie
Untuk pertama kalinya ketemuan di tempat yang enggak pernah gue kunjungi dan buat janji dengan orang yang belum perna gue jumpai sebelumnya.
Dia kak Nourma Apriyani a.k.a kak Oma *manggil kakak karena 3th diatas gue -gue17th -kaOma20th (3th yg lalu) hohooo, anak kece dari UINJakarta, punya usaha dibidang pakaian yaa kalau mau kepo2 bisa klik aja: NumaHijab.
Awal kenal kak Oma itu sekitar 3th yang lalu lewat jejaring sosial, awalnya sih kita sok asik gitu haha biar makin akrab, (saudi akrabia) (-,-"). Makin kesini makin penasaran seperti apasih kak Oma itu soalnya doi keren sih menurut gue, otak doi tuh encer banget buat ini itu jadi lahan uang engga kayak gue, konon otak gue jalan kalau ada iming-iming buah pisang *beda tipis ya sama otak monyet *udah keliatan menggelikan belum? (-,-"). Berkali-kali niat buat ketemuan tapi akhirnya gagal mulu entah doi atau gue yang belum nemu feel nentuin hari bahagia qiTah, tapi gue ga lupa buat solat malem minta petunjuk agar bisa ketemu sama doi *claps*....dan akhirnyaaaaa........
Apr 05, 2015
*Ceilah di Depok yaaaah, ama Kak Oma yaaaa (~ ',')~
bbm:"tera jadi ga nih?"
"jadi kak tapi gue mau ngebabu buta dulu, agak siangan yah" (emang otak gue suka ngaret)
Gue berangkat dari stasiun sekitar setengah 11 WID *WaktuIndonesiabagDaru. Sembari nunggu kereta di stasiun, gue ngeliat di ujung peron seonggok ibu tua dan daun muda yang sedang jongkok, kayaknya menarik ya gue samperin aja. Makin mendekat guepun ngerasa kenal siapa ibu tua itu.
"hai bu, mau kemanaaa?", sapa gue pake nada mendesah, ('' =,=)
"ini nganterin anis", ibu tk.urut pun menjawab dengan nada mendesah pula,
"OALAH INI ANIS, aduh pangling udah makin cantik, makin putih, dan makin doyan jongkok, apakabar nis? mau kemana nih?", gue dengan excited alay nyapa anis si temen lama.
"waah tera yaa? aku pikir siapa hehee mangkannya dari jauh aku malah nanya-nanya ke mama yang jalan ke arah aku itu siapa eh ternyata kamu,,,", jawabnya girang,
"lah si ibu masa gak ngenalin aku? setelah meraba2 badanku setelah itu dilupakan seperti ini, huh aku merasa kotor bu", jawab gue alay,
"oalah raniii, ibu ga ngenalin soalnya pakek kerudung, hehe", nyengir tanpa dosa.
Dan setelah itu gue dan anis naik kereta sambil bercakap2 gembira, share pengalaman ini itu dan akhirnya tukan pin BBM, sebelum dy invite gue sengaja pake DP agak cakepan biar keliatan kayak orang beneran, dan kitapun berpisah di stasiun tujuan masing-masing. *claps*
*dering bbm*
"ter udah nyampe manaaa?"
"tanah abang kak"
"ok, berarti aku udah mesti siap2, kabari yaaa kalau udah sekat stasiun UI"
"iya kak"
*dari sini gue merasa Daru itu jauh banget :'(
Sesampainya di Stasiun Universitas Indonesia, gue buru-buru kejar waktu dzuhur biar kalau tiba2 malaikat maut nyamperin udah bersih di waktu dzuhur *terani edisi menjelang ramadhan*, setelah itu gue mesti nungguin KakOma ngejemput soalnya gue ga ngerti mau kemana selain nunggu doi.
"eh ini aku baru sampe"
"dimana, dimanaaaa"
"di depan loket, kamunya dimana, masa sendal aku rusak, jadi pake sendal jepit nih"
tanpa pikir panjang gue langsung samper ke dpan loket (pikir panjang? cie panjang (?) *plak)
Dari kejauhan gue liat wanita lebih tepatnya ciptaan Allah yang cantik banget pake baju merah dengan kerudung syari coklatnya,
"Assalamualaikum kak Omaaaaaaaaaa", sapa gue hangat sehangat ee ayam,
"Waalaikumsalaam teraaa, ya ampun hehe maaf ya nunggu lama", jawabnya kalem,
"gak apa-apa kak, ya ampuuun akhirnya kita ketemu juga yaaa terharuuuu"
"iya ga nyangka ya, eh tera ini buat kamu, kado", doi nyodorin kerudung dibungkus plastik pink,
"aaaaaaaaaa (histeris) ya ampun ini apa kaaa? gak usah repot2. aduh jadi enak hahaa. makasiiiih yaaa, tapi ini masuk orderan aku ga?",
"ah engga kok udah ambil aja," jawabnya dengan nada adem.
(btw kerudungnya baguuusss (*,*) handmade doi sih)
Sembari jalan eh tiba-tiba doi ngegandeng tangan gue.............AAAAAAAAkkkkkkk........ asli deh agak kaget soalnya gue itu jarang di gandeng orang dan gue jarang ngegandeng juga antara trauma dan grogi karena bidadari digandeng bidadari *bidadar gulung lebih tepatnya*, dan gue sempet trauma dengan adegan pergandengan tangan karena pada jaman dahulu kala jaman dimana bbm seharga kerupuk seharga Rp 100,-, gue pernah salah gandeng, gue mengira orang yang menggandeng gue itu nyokap dan orang tersebut menyangka gue anaknya, dan setelah saling tau salah gandeng doi melepas gue dengan tiada rasa ibanya dan gue nyari-nyari ibu2 bertahi lalat *re:nyokap* sendirian di keramaian. (sedih yah)
Tempat pertama yang kita kunjungi adalah Warung Pasta, ga terlalu jauh dari stasiun kitapun berjalan kaki ke tempat tersebut sambil tetap bergandengan. *how sweet we are ~(*.*)~
Sepintas sebelum tiba di Warung Pasta, di dalam pikiran gue yang liar ini sempet menggambarkan warung dalam arti warung sebenarnya, ooooh tidaaakkk kak oma ga mungkin rekomendasiin tempat makan yang enggak bagus walaupun gue nerima makan dimana aja asalkan sama kak oma. ~(*.*)~
Setiba di Warung Pasta, wow tempatnya keren, anak muda banget, cozy bangettt deh dan pilihan menunya juga terlihat menggugah dan harganya pun sesuai dengan kantong anak muda deh. (udah terlihat seperti sales belum? muehehe). Sampai disana sialnya bangku didalam ruangannya penuh dan kita harus rela duduk di luar, sebenernya gue punya ide buat tetap di dalam ruangan tapi ide gue agak mengerikan karena gue lagi jalan sama cewek yang anggun bangettt dan ga mungkin banget buat minta pangku sama orang2 yang menempati kursi di dalam ruangan kan. ('' =,=). Kita sempet nunggu bangku di luar ruangan sampai akhirnya kita dapat kursi di dalam ruangan yey.
Kesan pertama setelah ngobrol bareng kak oma dapet banget (ceilah banget), entah apa yang ia dapat kesan setelah ketemu makhluk seperti gue yang gak bisa diem, hahaa, ngobrol bareng kak oma berasa bukan orang yang baru ketemu lebih seperti ketemu temen lama yang share pengalaman pribadi biar makin kece kedepannya (~ *,*)~.
ini beberapa capture bareng kak oma hueeehehee \( *,*)/
Setelah puas icip2 pizza ala Depok hahaha, kita cuss ke Margocity, tujuan ke Margo emng ga jelas sih, yaaa itung2 spendtime buat makin lengket *ahela*. Dan gak lepas dari jari-jari gue buat selfie huhuu.
Dan setelah itu kita nyari makan lagiiii, niatnya kak oma ngasi rekomend tmpat makan jepang sushi yang enak di daerah Depok. Oke tujuan kita selanjutnya ke Sushi Miya8i dan menuju kesana kita mesti ngangkot lagi. dan hal yang paling indah adalah ketika jalan-jalan hujan pun datang.
turun angkot kita dalam 1 payung (*,*) duuuhhh keren kaaan, basah basahannn gitu tapi doi tetep aja keliatan bagus meskipun gamis merahnya lepek sedangkan gue lebih terlihat kayak anak TK yang doyan nyemplung air ('' =,=).
Berhubung doi lupa-lupa ingat tempat Sushi Miya8i dan kita gak nemu lokasi restoran tersebut mesipun sudah mengandalkan google map dan akhirnya kita berhenti di rumah makan jepang juga tapi bukan di sushi miyabi, gak apa2 deh asalkan tempatnya mirip jepang gitu, (gue lupa nama restorannya apa).
Setibanya di restoran tersebut tadinya pengen nyobain sushi ala depok eh mata gue tertuju sama mi ramen (*.*) yaudah deh kita berdua makan mi ramen padahal sih mi ramen sama mi ayam depan kampus gue ga kalah enaknya kok ('' =,=).
Setelah makan mi ramen kita nyari angkot buat pulang, dan nyari mesjid buat ngejar waktu ashar yang mepet banget sama maghrib, huhuhuuuu dalam perjalanan angkot dan gak jauh dari tempat restoran jepang yg kita hampiri tadi eeeh terlintas pamflet besar2 Sushi Miya8i, yahelaaaaaaaaa ini restoran pindah ternyata dekat restoran Mang Kabayan, yasudahlah nasi telah menjadi bubur dan tk buburnya sudah haji juga, buat nextime aja deh ke Sushi Miya8i dan kita pun turun angkot akhirnya nemu mesjid juga dan doi sempet bilang,
"ahh akhirnyaa itu mesjidnya, seperti melihat surga"
(dalam hati gue: "iya kak akhirnya bidadari2 seperti kita kembali ke rumah Allah", tapi gue jawabnya di dalam hati aja ngeri doi serangan jantung mendadak hahahaa). akhirnya solat ashar dan maghrib bareng kak oma yeeeyyy.. \m/
Sehabis itu doi nganter gue ke depan gang dekat stasiun,
"kak, sampe sini aja ya nganternya, bytheway makasiiiiih banget bangeeet buat hari inii"
"iya sama2, kapan-kapan lagi yaaah main kayak gini yaaa"
dan salam perpisahan kitapun lama dan panjang sampe dadah dadah eh terakhir doi bilang,
"iya dadaaah ter ntar dulu, payungku jangan di bawa"
(-____________________________-") "duh tadinya gue bawaannya melankolis pas doi bilang gitu jatoh cin T_T wkwkwk
dan akhirnyaaaa kita pulang ke masing-masing,,
aaak pokoknya seneng banget bisa ketemu sama kak oma walaupun keliatannya lebay tapi gapapa deh ada kesannya hohoohohooo.
makasih banget yaaa kaaak kerudungnya dan hari ini aku pake ngantor loooh walaupun belum sempet di cuci huhu :3
~(= =,)\(',' )~
Kamis, 12 Maret 2015
yaudah badmood aja dulu
tak bisa terbayangkan betapa sedihnya bagi seorang istri yang ditinggal pergi oleh patner hidup karena panggilan Allah. semua kenangan dan beribu rencana indah untuk membesarkan anak2nya hingga menjadi sukses dan tua bersama-sama harus kandas tertancap oleh batu yang mengukir indah sebuah nama yang selalu tersebut dalam doa.
sebentar-sebentar nangis, diem-bengong-nangis, heran sih terkadang suka ngerasa jiwa melankolis makin gede aja. gue emang ga bisa nahan bagaimana jika gue di posisi seseorang yg sedang dilanda duka. toh selama ini alhamdulillah wasyukurillah kehidupan gue selalu dalam posisi aman, orang tua lengkap, dalam soal financial pun mungkin tak seburuk mereka yang di pinggir jalan, dan kalaupun ada keluhan gue selalu nganggep seberat apapun keluhan gue ini gak sebanding dengan keluhan mereka di luar sana, astaghfirullah.
pengen curhat seputar jodoh kali ini,
ok beberapa hari yang lalu gue jadi bahan ketawa sama temen2 gue di kampus. mereka bilang, "apa ga bosen jomblo dari lahir? apa ga pengen di perhatiin dari cowok? apa gak pengen ini itu bala bele bala bele.......". oke untuk beberapa saat gue anggap omongan mereka ada benarnya juga semenjak mama pernah nyeletuk ''kakak ni mama mau buat kue ini buat ulang tahunmu tp mama pengen kenal siapa temen deketmu"......... What the -_-
apa ya, selama ini gue tuh nganggep pacaran itu sama aja toh begitu2 doang tapi lain ceritanya buat cari patner buat menuhi hasrat dunia yakan? lagi pula selama ini gue belum nemuin yang pas yang bisa di ajak serius buat bikin planning bareng planning menuju jannah, ga heran sih gue lebih suka hts drpda pacaran yang ujungnya ga jelas dan dapet cap ''mantan'' dari laki2 yang gak banget, apalagi baru2 ini gue lagi males banget sama namanya cowok. terakhir kali deket sama orang yang macem angin kentut, muncul dan hilang seenaknya, jujur orang ini bikin gue nawaitu buat serius eh ternyata seperti ini, baru ada masalah sedikit aja sudah ninggalin dan berpaling ke yang lain bagaimana ngadepin situasi seperti di atas ini, mungkin udah hepi banget pasangannya di panggil Allah. Allahualam. yasudah lah gue yakin Allah masi punya banyak stok yang lebih baik semoga ia jd pribadi yg lbihbaik aja deh,
babay
Sabtu, 21 Februari 2015
just #SelfReminder
kadang merasa diri ini belum terlalu bisa diandalkan untuk dihadapkan pada keadaan seseorang yang secara jauh berada dibawahku.
akhir-akhir ini entah kenapa bawaannya selalu pengennya nangis, eits bukan karena cinta-cintaan tapi sedikit-sedikit selalu berfikir bahwa kematian selalu berada tepat di belakangku dan hampir memelukku erat dan membawanya kepada Allah sementara itu aku belum punya bekal apa2 yang bisa ku pertanggung jawabkan jika hari itu tiba. membuat kedua orang tua dan adik2ku sedikit bangga dengan apa yang kulakukan hingga kini pun rasanya masih belum seberapa apalagi mereka sering mengeluh dengan sikapku yg sering membuat mereka kecewa. itu baru keluarga, belum lagi teman-teman dan orang-orang di sekitarku yang mungkin secara sengaja dan tak sengaja diri ini membuat perasaan mereka sakit dan semua fitnah-fitnah tentang diri ini, ah rasanya pengen semua itu hilang. ingin rasanya cepat-cepat untuk mereka memaafkan sikapku selama ini, dan perlahan-lahan menjadi pribadi yang benar menuju jalan Allah sebelum Izrail memelukku erat.
ada seorang sahabat pernah mengatakan bahwa aku ini sok suci,
hehehe Astaghfirullah, sadar kok tingkahku, sikapku, penampilanku, dan doyan berbuat dosa jika ada kesempatan, tentu masih jauh malah jauh banget dari kata suci. lagian kan aku butuh penilaian dari Allah bukan dengan umatnya, aku juga masih belajar dan masih mencari tahu mana yang benar dan yang salah. tapi setidaknya makin kesini makin berusaha membenahi diri, merasa manusia itu tidak sendiri, semua perbuatan ada 2 malaikat yang senantiasa jujur dengan catatannya untuk dia serahkan di hari akhir kita.
setiap hari adalah belajar. ya hari ini memang aku belajar sesuatu dari seorang pengemis. entah kenapa diri ini selalu enggan memberi sedikit uang jajanku pada mereka itu. di daerahku memang sering terdapat pengemis dan menjadikan mengemis adalah pekerjaannya, dan ditaksir pendapatan perhari mereka dapat melampaui pendapatanku. "Aku bekerja dari pagi sampai matahari terbenam saja masih mikir2 buat makan enak, masa iya mereka makan enak dan aku membantu mereka", astaghfirullah pikiran tersebut terkadang terlintas ketika berjumpa dengan mereka. aku mengaku salah untuk berfikir seperti itu karena pada kebenarannya adalah sebagian harta untuk mereka-mereka yang membutuhkan. dan barusan aku mencari dalil2 mengenai sedekah kepada pengemis, huhuuuu ada yang pro dan ada yg kontra soal ini. tadi siang aku bertemu ibu2 yang sengaja menghampiri setiap orang yang duduk di depan minimarket termasuk aku, memberinya sebungkus susu instant dan ia membalas dengan memberikan doa-doa padaku, ah hati ini selalu mengamini doa2 tersebut dan mendoakan hal yang sama agar kehidupannya bisa jauh lebih baik dan mendapat kegiatan yang lebih baik dari sekedar mengemis, memang susu instant tersebut tidak dapat membuat hidupnya berubah tapi semoga keikhlasan setiap pemberian orang-orang yang ia terima mengandung doa yang serupa denganku.
Cita-citaku mungkin tak sehebat cita-citata (eh salah fokus XD).....hehehee
mungkin aku punya cita2 kecil yaelah mungkin kalau dibandingkan dengan kamu yang lagi baca tulisan ini paling tak seberapa. semoga saja kedepannya aku punya usaha kecil2an, memanfaatkan mereka2 yang mempunyai kemauan bekerja dan memanfaatkan tubuhnya untuk bekerja membantu usahaku kelak, dibandingkan mengemis bukankah bekerja tanpa mengadah tangan jauh lebih baik bukan? jujur deh saat aku sendiri lebih senang mendapatkan gajiku yang tak seberapa dibanding meminta uang untuk keperluanku pada mama, rasanya maluuuuu rasanyaaaa huhuuuuuuu T^T
dan hari ini juga aku mengunjungi rumah kak monica (rekan kerja and chairmate di kelas), doi baru mendapatkan titipan dari Allah. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak dalam keadaan pilek gini rasanya tuh pengen banget2 kiss kiss pipi banyinya kak mon, bayi seberat 3,2kg itu bener2 buat aku datang kerumahnya untuk ke 2 kalinya hehehee (nafsu aamaaat). selentingan dan candaan kecil teman2ku emang agak bikin pedes di hatiiiiiiiiii, saat aku bilang ingin punya bayi yang lucu juga eh mereka pun menjawab tanpa ragu, "pacar aja gak punya gimana mau punya anak ter? hahaha". rasanya tuh kayak gini (&#][}*(&$*^*@&. haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. emang sih bener juga calon bapaknya saja aku belum punya pandangan gimana bisa berfikir mempunyai keturunannya huh *sigh. yah semoga saja Allah ngebantu aku buat jadi pribadi yang lebih baik dari hari ini biar bisa di jodohkan dengan pilihanNya kelak, aaaak gak sabar buat ketemu dengannya, siapa dia? bagaimana rupanya? apa pekerjaannya? baik tidakkah akhlak dan agamanya? bisakah ia diandalkan menjadi pendamping hidup, dan segala macam pertanyaanku sampai terlintas jika pertanyaan itu tertuju kepadaku, aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak pokoknya harus jadi lebih baik di mata Allah dulu deh biar terkabul doa soal jodoh huhuuuuu(~ ',')~ amiiiinnnn
akhir-akhir ini entah kenapa bawaannya selalu pengennya nangis, eits bukan karena cinta-cintaan tapi sedikit-sedikit selalu berfikir bahwa kematian selalu berada tepat di belakangku dan hampir memelukku erat dan membawanya kepada Allah sementara itu aku belum punya bekal apa2 yang bisa ku pertanggung jawabkan jika hari itu tiba. membuat kedua orang tua dan adik2ku sedikit bangga dengan apa yang kulakukan hingga kini pun rasanya masih belum seberapa apalagi mereka sering mengeluh dengan sikapku yg sering membuat mereka kecewa. itu baru keluarga, belum lagi teman-teman dan orang-orang di sekitarku yang mungkin secara sengaja dan tak sengaja diri ini membuat perasaan mereka sakit dan semua fitnah-fitnah tentang diri ini, ah rasanya pengen semua itu hilang. ingin rasanya cepat-cepat untuk mereka memaafkan sikapku selama ini, dan perlahan-lahan menjadi pribadi yang benar menuju jalan Allah sebelum Izrail memelukku erat.
ada seorang sahabat pernah mengatakan bahwa aku ini sok suci,
hehehe Astaghfirullah, sadar kok tingkahku, sikapku, penampilanku, dan doyan berbuat dosa jika ada kesempatan, tentu masih jauh malah jauh banget dari kata suci. lagian kan aku butuh penilaian dari Allah bukan dengan umatnya, aku juga masih belajar dan masih mencari tahu mana yang benar dan yang salah. tapi setidaknya makin kesini makin berusaha membenahi diri, merasa manusia itu tidak sendiri, semua perbuatan ada 2 malaikat yang senantiasa jujur dengan catatannya untuk dia serahkan di hari akhir kita.
setiap hari adalah belajar. ya hari ini memang aku belajar sesuatu dari seorang pengemis. entah kenapa diri ini selalu enggan memberi sedikit uang jajanku pada mereka itu. di daerahku memang sering terdapat pengemis dan menjadikan mengemis adalah pekerjaannya, dan ditaksir pendapatan perhari mereka dapat melampaui pendapatanku. "Aku bekerja dari pagi sampai matahari terbenam saja masih mikir2 buat makan enak, masa iya mereka makan enak dan aku membantu mereka", astaghfirullah pikiran tersebut terkadang terlintas ketika berjumpa dengan mereka. aku mengaku salah untuk berfikir seperti itu karena pada kebenarannya adalah sebagian harta untuk mereka-mereka yang membutuhkan. dan barusan aku mencari dalil2 mengenai sedekah kepada pengemis, huhuuuu ada yang pro dan ada yg kontra soal ini. tadi siang aku bertemu ibu2 yang sengaja menghampiri setiap orang yang duduk di depan minimarket termasuk aku, memberinya sebungkus susu instant dan ia membalas dengan memberikan doa-doa padaku, ah hati ini selalu mengamini doa2 tersebut dan mendoakan hal yang sama agar kehidupannya bisa jauh lebih baik dan mendapat kegiatan yang lebih baik dari sekedar mengemis, memang susu instant tersebut tidak dapat membuat hidupnya berubah tapi semoga keikhlasan setiap pemberian orang-orang yang ia terima mengandung doa yang serupa denganku.
Cita-citaku mungkin tak sehebat cita-citata (eh salah fokus XD).....hehehee
mungkin aku punya cita2 kecil yaelah mungkin kalau dibandingkan dengan kamu yang lagi baca tulisan ini paling tak seberapa. semoga saja kedepannya aku punya usaha kecil2an, memanfaatkan mereka2 yang mempunyai kemauan bekerja dan memanfaatkan tubuhnya untuk bekerja membantu usahaku kelak, dibandingkan mengemis bukankah bekerja tanpa mengadah tangan jauh lebih baik bukan? jujur deh saat aku sendiri lebih senang mendapatkan gajiku yang tak seberapa dibanding meminta uang untuk keperluanku pada mama, rasanya maluuuuu rasanyaaaa huhuuuuuuu T^T
dan hari ini juga aku mengunjungi rumah kak monica (rekan kerja and chairmate di kelas), doi baru mendapatkan titipan dari Allah. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak dalam keadaan pilek gini rasanya tuh pengen banget2 kiss kiss pipi banyinya kak mon, bayi seberat 3,2kg itu bener2 buat aku datang kerumahnya untuk ke 2 kalinya hehehee (nafsu aamaaat). selentingan dan candaan kecil teman2ku emang agak bikin pedes di hatiiiiiiiiii, saat aku bilang ingin punya bayi yang lucu juga eh mereka pun menjawab tanpa ragu, "pacar aja gak punya gimana mau punya anak ter? hahaha". rasanya tuh kayak gini (&#][}*(&$*^*@&. haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. emang sih bener juga calon bapaknya saja aku belum punya pandangan gimana bisa berfikir mempunyai keturunannya huh *sigh. yah semoga saja Allah ngebantu aku buat jadi pribadi yang lebih baik dari hari ini biar bisa di jodohkan dengan pilihanNya kelak, aaaak gak sabar buat ketemu dengannya, siapa dia? bagaimana rupanya? apa pekerjaannya? baik tidakkah akhlak dan agamanya? bisakah ia diandalkan menjadi pendamping hidup, dan segala macam pertanyaanku sampai terlintas jika pertanyaan itu tertuju kepadaku, aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak pokoknya harus jadi lebih baik di mata Allah dulu deh biar terkabul doa soal jodoh huhuuuuu(~ ',')~ amiiiinnnn
Sabtu, 14 Februari 2015
Kabut pagi berjarak 507km.
Dia yang aku tunggu hingga kini tak kudapati kabar yang bisa menenangkan hatiku saat ini. Aku memang bukan pemendam rindu yang handal seperti dia, oh mungkin hanya aku saja yang merindu sendiri disini.
Sosok pria pembenci makanan gudeg itu memang masi sebuah sketsa abu-abu hingga kini. Seharusnya setengah tahun setelah masa perkenalan dunia maya kita, aku bisa mengenalnya lebih dari apa yang aku tau saat ini Seperti apa dia dengan sifat baik buruknya, seperti apa teman-temannya, lingkungannya, keluarganya, apa yang dia suka, apa yang ia benci, dan sampai-sampai seperti apa dia di masa lalunya. Semua itu masih jadi daya tarikku untuk selalu ingin lebih mengenalnya hingga kini. Apakah ia merasakan dan menanyakan hal sama seperti denganku?
Detik demi detik kutahan pertanyaan-pertanyaan itu kepadanya, namun jika kutanyakan itu semua tidakkah aku terlihat sebagai wanita berumur kepala dua yang terlalu ingin tahu urusan dan pribadi orang lain. Ya Allah, rasanya seperti bom rindu yang menghantam dadaku di mendung pagi ini. Pesan-pesan singkat dan sapaku di 3 hari yang lalu pun masi belum dibaca oleh pria yang berjarak + 507km dariku. Mungkin saja ia lebih nyaman bila tak ada aku yang menyelip diantara kegiatan padatnya, atau mungkin saja bukan namaku yang ia inginkan untuk di selipkan dalam kesehariannya.
Ah betapa kacau kabut pagi ini, andai saja si kabut dapat ku sentuh tanpa kuraba, akan kudaratkan sentuhan pedih di pipi kirinya dan kubisikkan kata halus mendekati telinganya "aku merindumu".
*bip.listen this one :)
Sosok pria pembenci makanan gudeg itu memang masi sebuah sketsa abu-abu hingga kini. Seharusnya setengah tahun setelah masa perkenalan dunia maya kita, aku bisa mengenalnya lebih dari apa yang aku tau saat ini Seperti apa dia dengan sifat baik buruknya, seperti apa teman-temannya, lingkungannya, keluarganya, apa yang dia suka, apa yang ia benci, dan sampai-sampai seperti apa dia di masa lalunya. Semua itu masih jadi daya tarikku untuk selalu ingin lebih mengenalnya hingga kini. Apakah ia merasakan dan menanyakan hal sama seperti denganku?
Detik demi detik kutahan pertanyaan-pertanyaan itu kepadanya, namun jika kutanyakan itu semua tidakkah aku terlihat sebagai wanita berumur kepala dua yang terlalu ingin tahu urusan dan pribadi orang lain. Ya Allah, rasanya seperti bom rindu yang menghantam dadaku di mendung pagi ini. Pesan-pesan singkat dan sapaku di 3 hari yang lalu pun masi belum dibaca oleh pria yang berjarak + 507km dariku. Mungkin saja ia lebih nyaman bila tak ada aku yang menyelip diantara kegiatan padatnya, atau mungkin saja bukan namaku yang ia inginkan untuk di selipkan dalam kesehariannya.
Ah betapa kacau kabut pagi ini, andai saja si kabut dapat ku sentuh tanpa kuraba, akan kudaratkan sentuhan pedih di pipi kirinya dan kubisikkan kata halus mendekati telinganya "aku merindumu".
*bip.listen this one :)
Minggu, 01 Februari 2015
slipped away
Tadi sepulang kuliah gue mikir ulang tentang apa saja kemajuan gue belakangan ini, emang sih kalo di lihat ga ada yang maju bahkan dada dan gigi gingsul guepun gak membuat kemajuan yang signifikan.
Akhir-akhir ini barbie capek banget *muntah saja, berbi gpp kok*, tapi emang deh setiap pagi senin-jumat gue selalu bertingkah seolah-olah tokoh di film "Mengejar Matahari" tapi ini beda judul menjadi "Mengejar CommuterLine". Sangking sering mepet jadwal kereta, abang2 satpam Stasiun Daru sampe hapal muka ngos-ngosan gue dan sempet ada yang ngomong "mbak ayo cepet mbak keretanya udah mau sampe, mangkannya besok bangunnya lebih cepat biar ga telat mulu", whatt the f*uck (apanya yang disensor ter? -_-), asli deh ngeselin tapi gpp deh berarti masih ada yang perhatian di pagi hari selain nyokap gue *peluk manja abang satpam stasiun*. Itu baru berangkat dari rumah, saat di dalam kereta gue mesti desak2an dan asal lo tau di kereta pada jam berangkat dan pulang kerja itu we learn how to survive, semua itu gue lakuin saat jam 05.45am.
Yang buat gue capek akhir-akhir ini adalah gue mesti merapikan data-data kerjaan karena mau tutup buku, dalam seminggu ini hampir setiap hari lembur dan sampai rumah jam 09.00 pm, gak heran kepala barbie sering cenut-cunut *diamuk massa*.
gue mau sedikit cerita tentang hari ini nih.
biar dikata anak gawl kalau awal bulan selalu buat wishes2 gapenting sambil pake hestek sambil berdoa di sosmed kali ini gue ga mau jadi anak gawl kayak gitu, gue kali ini melakukan wishes awal bulan dengan cara yang berbeda, gue berdoa, gue solat (CIEEEEE ALIM) tapi habis berdoa dan solat gue pasang status, ''habis berdoa dan sholat di awal Februari" gimana? gue keren kan? *ditimpuk kolor*, haha. Tapi gue ga bener2 ngelakuin hal itu kok, karena menurut gue apa yang mesti jadi wishes itu ga mesti awal bulan kan, lo buat keinginan dan tujuan ga mesti satu dua tiga keinginan, buatlah ribuan keinginan dan cita2 sebanyak-banyaknya setiap harinya. (tumben bener ter | gpp yang penting keren kan tulisan gue | ....... )
hari ini gue galau sampe cuacapun memagari setiap impian yang ingin terhempasisasi sampai saat ketika dihadapkan masa2 sosialisasi (hina bngt si vicky). Hari ini gue UAS Praktek Akuntansi gitu,
eh bentar.
hampir saja nangis dengan kebodohan sendiri, yaudah tiba2 saja badmood asli dan gue pgn kasi saran saja buat laki-laki dan perempuan yang sedang memainkan perasaan seseorang, cepat2 lah sadar ga baik membuat perasaan orang lain hancur :)
Langganan:
Komentar (Atom)




