Minggu, 24 Mei 2015

Bunga tak selamanya indah, Selamat jalan, Nek.

Bunga yang telah layu dari masa indahnya kini harus rela di pangkas agar si kuncup bersemi menggantikannya.

Innalillahiwainnailihirojiun,
Lagi berita duka dari tanah kelahiranku, salah satu keluargaku terdengar pada mentari pagi di hari Rabu, 20 Mei 2015. Pakde mengabarkanku lewat BBM, Nenek Yani telah berpulang ke Rahmatullah, ia adalah adik dari Nenekku yang ibu dari Mama.
Ah kabar itu buat aku merenung sepanjang perjalanan menuju kantor. Rasanya baru kemarin aku bertemu beliau, tertawa bersama, memberikan slentingan kecil agar aku menjadi seseorang yai ng lebih menghargai orang tua, dan masih terasa pelukan hangatnya di sekujur lenganku, padahal hampir setahun yang lalu. Ia memang bukan Nenekku yang sebenarnya tapi rasanya keren, ia sudah kuanggap nenekku karena kita masih 1 keluarga. Tak kusangka, Hari Idhul Fitri 1435 H lalu adalah hari terakhirku melihat beliau.

Selama ini aku tak tahu rasanya punya nenek atau kakek itu seperti apa. Kata mereka sih enak banget, biasanya sih teman-temanku bilang nenek itu masakannya lebih enak dibanding mama, lebih cerewet dibanding mama dan pastinya lebih keriput dibanding mama. Haha, meskipun hanya melihat fotonya berwarna kuning putih saja aku sudah bisa merasakan apa yang mereka rasakan.

Ah sudahlah mereka boleh punya nenek dan kakek yang masih lengkap, toh aku punya 2 orang tua super super super ++ yang bisa kasi kasih sayang yang cuma aku saja yang merasakannya bukan mereka.

Aku harap Allah selalu melapangkan tempat para keluargaku yang telah mendahuluiku sekarang, semoga amal yang telah mereka kumpulkan selama hidup cukup bahkan lebih dari cukup untuk menjadi pemberat amal baik. Amin Ya Rabb.

Dan sebagai kuncup, aku pasti bisa menjadi kelopak indah bahkan lebih indah dari kalian masa jaya dulu hingga ada saatnya aku kembali layu dan terpangkas dari batangku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar