kadang merasa diri ini belum terlalu bisa diandalkan untuk dihadapkan pada keadaan seseorang yang secara jauh berada dibawahku.
akhir-akhir ini entah kenapa bawaannya selalu pengennya nangis, eits bukan karena cinta-cintaan tapi sedikit-sedikit selalu berfikir bahwa kematian selalu berada tepat di belakangku dan hampir memelukku erat dan membawanya kepada Allah sementara itu aku belum punya bekal apa2 yang bisa ku pertanggung jawabkan jika hari itu tiba. membuat kedua orang tua dan adik2ku sedikit bangga dengan apa yang kulakukan hingga kini pun rasanya masih belum seberapa apalagi mereka sering mengeluh dengan sikapku yg sering membuat mereka kecewa. itu baru keluarga, belum lagi teman-teman dan orang-orang di sekitarku yang mungkin secara sengaja dan tak sengaja diri ini membuat perasaan mereka sakit dan semua fitnah-fitnah tentang diri ini, ah rasanya pengen semua itu hilang. ingin rasanya cepat-cepat untuk mereka memaafkan sikapku selama ini, dan perlahan-lahan menjadi pribadi yang benar menuju jalan Allah sebelum Izrail memelukku erat.
ada seorang sahabat pernah mengatakan bahwa aku ini sok suci,
hehehe Astaghfirullah, sadar kok tingkahku, sikapku, penampilanku, dan doyan berbuat dosa jika ada kesempatan, tentu masih jauh malah jauh banget dari kata suci. lagian kan aku butuh penilaian dari Allah bukan dengan umatnya, aku juga masih belajar dan masih mencari tahu mana yang benar dan yang salah. tapi setidaknya makin kesini makin berusaha membenahi diri, merasa manusia itu tidak sendiri, semua perbuatan ada 2 malaikat yang senantiasa jujur dengan catatannya untuk dia serahkan di hari akhir kita.
setiap hari adalah belajar. ya hari ini memang aku belajar sesuatu dari seorang pengemis. entah kenapa diri ini selalu enggan memberi sedikit uang jajanku pada mereka itu. di daerahku memang sering terdapat pengemis dan menjadikan mengemis adalah pekerjaannya, dan ditaksir pendapatan perhari mereka dapat melampaui pendapatanku. "Aku bekerja dari pagi sampai matahari terbenam saja masih mikir2 buat makan enak, masa iya mereka makan enak dan aku membantu mereka", astaghfirullah pikiran tersebut terkadang terlintas ketika berjumpa dengan mereka. aku mengaku salah untuk berfikir seperti itu karena pada kebenarannya adalah sebagian harta untuk mereka-mereka yang membutuhkan. dan barusan aku mencari dalil2 mengenai sedekah kepada pengemis, huhuuuu ada yang pro dan ada yg kontra soal ini. tadi siang aku bertemu ibu2 yang sengaja menghampiri setiap orang yang duduk di depan minimarket termasuk aku, memberinya sebungkus susu instant dan ia membalas dengan memberikan doa-doa padaku, ah hati ini selalu mengamini doa2 tersebut dan mendoakan hal yang sama agar kehidupannya bisa jauh lebih baik dan mendapat kegiatan yang lebih baik dari sekedar mengemis, memang susu instant tersebut tidak dapat membuat hidupnya berubah tapi semoga keikhlasan setiap pemberian orang-orang yang ia terima mengandung doa yang serupa denganku.
Cita-citaku mungkin tak sehebat cita-citata (eh salah fokus XD).....hehehee
mungkin aku punya cita2 kecil yaelah mungkin kalau dibandingkan dengan kamu yang lagi baca tulisan ini paling tak seberapa. semoga saja kedepannya aku punya usaha kecil2an, memanfaatkan mereka2 yang mempunyai kemauan bekerja dan memanfaatkan tubuhnya untuk bekerja membantu usahaku kelak, dibandingkan mengemis bukankah bekerja tanpa mengadah tangan jauh lebih baik bukan? jujur deh saat aku sendiri lebih senang mendapatkan gajiku yang tak seberapa dibanding meminta uang untuk keperluanku pada mama, rasanya maluuuuu rasanyaaaa huhuuuuuuu T^T
dan hari ini juga aku mengunjungi rumah kak monica (rekan kerja and chairmate di kelas), doi baru mendapatkan titipan dari Allah. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak dalam keadaan pilek gini rasanya tuh pengen banget2 kiss kiss pipi banyinya kak mon, bayi seberat 3,2kg itu bener2 buat aku datang kerumahnya untuk ke 2 kalinya hehehee (nafsu aamaaat). selentingan dan candaan kecil teman2ku emang agak bikin pedes di hatiiiiiiiiii, saat aku bilang ingin punya bayi yang lucu juga eh mereka pun menjawab tanpa ragu, "pacar aja gak punya gimana mau punya anak ter? hahaha". rasanya tuh kayak gini (&#][}*(&$*^*@&. haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. emang sih bener juga calon bapaknya saja aku belum punya pandangan gimana bisa berfikir mempunyai keturunannya huh *sigh. yah semoga saja Allah ngebantu aku buat jadi pribadi yang lebih baik dari hari ini biar bisa di jodohkan dengan pilihanNya kelak, aaaak gak sabar buat ketemu dengannya, siapa dia? bagaimana rupanya? apa pekerjaannya? baik tidakkah akhlak dan agamanya? bisakah ia diandalkan menjadi pendamping hidup, dan segala macam pertanyaanku sampai terlintas jika pertanyaan itu tertuju kepadaku, aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak pokoknya harus jadi lebih baik di mata Allah dulu deh biar terkabul doa soal jodoh huhuuuuu(~ ',')~ amiiiinnnn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar