oke gue ambil contoh, lo pesimis terhadap apa yang lo cita-citakan, lo pesimis terhadap apa yang jadi harapan masa depan lo. yaa dalam konteks singkatnya
"kalah sebelum berperang".
semua manusia pasti pernah merasakannya ketika melihat dari sisi keterbatasan dan kekurangan masing-masing.
seperti misalnya:
"gue pengen jadi dokter, mau jadi guru, mau jadi tentara, jadi ahli bedah, atau gue mau jadi pembantu sekalipun. tapi gue takut sama ini sama itu, gue ga bisa ini ga bisa itu, dan bagaimana bisa gue melakukan cita-cita tersebut dengan keadaan gue yang seperti ini",
segala tetekbengek kekurangan yang ada di diri lo itu menjadi alasan mengapa lo stay dengan pemikiran-pemikiran buruk yang dari dan untuk lo sendiri.
Gue juga pernah mengalami hal ini, berat memang, tapi dalam kondisi seperti ini orang biasa menyebut "ababil". Rasa pesimis gue muncul ketika gue pengen menjadi “sesuatu” tapi ada kendala, ya sebut saja kekurangan yang menurut gue itu sama sekali ga ngedukung untuk gue bisa dapetin sesuatu itu. Tapi syukur, ketika rasa pesimis muncul saat dimana gue ‘melihat keatas’ bukan ‘melihat kebawah’, gue langsung sadar apa yang gue pikirkan tentang diri gue menjadi angan-angan bagi mereka yang ‘dibawah’. Gue bisa ini, bisa itu, mereka? Dan orang seperti gue dijadikan angan2 seperti mereka..
Dan ketika gue melihat sisi lain dari mereka yang tak seberuntung gue bisa melakukan apa yang ga bisa gue lakuin. Gue Cuma bisa bilang “wow, subhanallah”.
Itu mereka, guru terbaik yang bisa menolong orang-orang yang sedang pesimis seperti gue. Sempet malu dan merasa jadi pecundang ketika melihat mereka yang tak punya raut pesimis pada keterbatasan mereka. Dan gue pun memutuskan untuk seperti mereka (eh maksudnya semangatnya yang seperti mereka, hehe).
Dan satu lagi yang gue sadari bakat itu memang ada dan masing-masing manusia pun berbeda-beda, tapi ada kata LATIHAN, yeah walaupun sesuatu yang lo anggep itu bukan bakat lo tapi kalo lo latihan dengan rasa ikhlas dan semangat tinggi, itu akan menjadikan bakat yang sangat mungkin lo realisasikan daripada sekedar menunggu bakat alamiah lo keluar, yekan? (terdengar suara pembaca tepuk tangan, haha)
Tapi sekarang gue pengen ngebahas optimis, pesimis, dan putus asa.
*Optimis: pernah gue sempet berpikir seperti ini, “orang terlalu optimis itu (ngelus dada)”. Sorry before, gue pernah beranggapan seperti ini ketika gue nemuin orang yang terlalu percaya pada kemampuannya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan sehingga menganggap kemampuan orang lain itu belum mampu menandingi kemampuan dia jika bersaing mendapatkan sesuatu tersebut. Tapi di luar dari itu gue biasa beranggapan orang yang Optimis akan mendapatkan kesuksesan, tapi tidak seperti contoh tersebut, kalo peristiwa seperti itu lo bisa aja di santet mata lo buta atau darah lo banyak cacingnya. (astaga). Tentu saja itu bisa ngebunuh sesuatu yang lo pengen tsb.
So, bersikap lah Optimis secara wajar dan bukan untuk menyombongkan diri ,oke :)
*Pesimis: gue sedikit bisa mendeskripsikan kosa kata ini menjadi “terlalu rendah diri”.pesimis bisa ngebuat lo stay ditempat, takut ini takut itu, gw juga punya rasa takut terhadap sesuatu, tapi ketika gue melewati rasa ketakutan gue itu rasanya “wow, amazing”. Please percaya aja ama kemampuan diri sendirilah, belum tentu yang lo lakuin bisa dilakuin sama orang lain, oke :)
*Putus asa: gue sempet mikir ketika kondisi gw “pesimis kritis”.
Gue seperti ini dengan keadaan yang gue punya yang serba kurang jika gue meraih “sesuatu itu”, gue takut gagal, gue takut ga bisa menerima kegagalan itu, dan gue Cuma jadi seorang pecundang.
Gue sadar pemikiran ini bisa menuntun gue pada keputus asaan, dan gue ga mau putus asa ada dalam kamus hidup gue, move on adalah kata yang paling penting pada jaman yang edan ini.
Putus asa bisa gue artiin sebagai orang yang ga bisa bangkit ketika kegagalan muncul. Please deh, pernah kali denger kata seperti ini “Banyak Jalan Menuju Roma”, jangan jauh-ngambil kata Roma, “banyak jalan menuju Jakarta, naek bis bisa, kereta, bisa, motormobil, bisa atau jalan kaki juga bisa (jika mampu *eeh kayak pergi haji aja). So putus asa adalah kata yang mentok, mentok banget deh dalam hidup yang ujung-ujungnya bisa bunuh diri, ga mau kan?
I just say “lets move on guy” :)
So wajar aja sih kalo kita sebagai manusia pernah melakukan hal-hal tersebut selama itu dalam wadah yang WAJAR DAN SEIMBANG dan bisa mengontrol supaya hidup lo gak berantakan.
By the way, gue punya cita-cita sebagai Kowal (Korps Wanita Angkatan Laut), berat banget kalo dibayangin buat bias dapet tuh cita-cita. Tapi apa sih yang gamungkin? Kecuali lo pengen jadi nabi, malaikat atau Tuhan. Itu baru ga mungkin !!!
Doakan ya, agar mimpiku jadi kenyataan, kalo jelek2nya takdir belum mengijinkan gue bisa menjadi orang yang bisa menjadi “sesuatu bagi keluarga, dan agama gue” AMIIIN
ini adalah gambar dari pemikiran gue yang lain :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar